Home Finance Produksi Minyak Kayu Putih di Indonesia Terus Turun, ini Penyebabnya
Finance

Produksi Minyak Kayu Putih di Indonesia Terus Turun, ini Penyebabnya

Share
Produksi Minyak Kayu Putih di Indonesia Terus Turun, ini Penyebabnya
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Produksi minyak kayu putih Indonesia menyusut tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ini menjadi perhatian karena komoditas hasil hutan bukan kayu tersebut masih menjadi bahan baku penting bagi industri farmasi, kesehatan, hingga produk perawatan rumah tangga.

Minyak kayu putih dihasilkan melalui penyulingan daun Eucalyptus. Daun dipanaskan menggunakan uap hingga menghasilkan minyak atsiri yang kemudian dipisahkan dari air.

Kandungan utamanya adalah cineole atau eucalyptol, senyawa yang banyak dimanfaatkan sebagai antiseptik, antiinflamasi, dan penghangat tubuh. Di Indonesia, minyak kayu putih telah lama digunakan sebagai obat gosok, inhaler, serta bahan aktif berbagai produk kesehatan.




Pohon kayu putih. (Dok. BRIN)Pohon kayu putih. (Dok. BRIN) Foto: Pohon kayu putih. (Dok. BRIN)

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi nasional sempat meningkat dari 46.990,16 ton pada 2019 menjadi 66.287,25 ton pada 2020. Produksi kembali naik menjadi 67.052,67 ton pada 2021. Tren tersebut berbalik pada dua tahun berikutnya. Produksi turun menjadi 64.133,04 ton pada 2022, lalu merosot hingga 41.990,93 ton pada 2023. Dibandingkan tahun sebelumnya, penurunannya mencapai sekitar 34,5%.



Penurunan produksi dipengaruhi oleh kondisi iklim yang semakin sulit diprediksi. Curah hujan yang berubah, periode kering yang lebih panjang, serta kenaikan suhu menghambat pertumbuhan daun sebagai bahan baku penyulingan. Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Forestry Research menjelaskan bahwa perubahan kelembapan tanah memengaruhi kadar minyak yang tersimpan di dalam daun kayu putih. Produktivitas ikut melemah ketika kualitas bahan baku menurun.

Tekanan tersebut diperparah oleh kebun yang belum diremajakan dan penggunaan teknologi penyulingan yang masih sederhana di banyak sentra produksi. Akibatnya, hasil minyak yang diperoleh dari setiap proses penyulingan menjadi lebih rendah dibandingkan potensi yang dimiliki tanaman.

 




Ilustrasi Pohon Kayu Putih. (Pexel)Ilustrasi Pohon Kayu Putih. (Pexel) Foto: Ilustrasi Pohon Kayu Putih. (Pexel)

 

Indonesia memiliki kawasan penghasil kayu putih yang cukup luas, mulai dari Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Papua, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Besarnya produksi di setiap daerah bergantung pada pengelolaan hutan, kualitas tanaman, serta akses terhadap teknologi pengolahan.

Di pasar internasional, Tiongkok menjadi salah satu produsen minyak kayu putih terbesar, sementara Australia dikenal sebagai pusat keanekaragaman tanaman Eucalyptus. Indonesia masih memiliki peluang memperkuat posisinya karena ekspor minyak kayu putih telah memasok negara seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Penurunan produksi berpotensi mengurangi pasokan bahan baku bagi industri dalam negeri apabila berlangsung dalam waktu lama. Peremajaan tanaman, peningkatan kualitas bibit, modernisasi penyulingan, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat pengelola hutan menjadi langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak kayu putih Indonesia.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *