Home Finance Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS
Finance

Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS

Share
Rupiah Dibuka Rp18.140 per Dolar AS
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (4/11/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.140/US$, melemah 0,03% dibandingkan penutupan Selasa (3/11/2026) di posisi Rp18.135/US$

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau turun 0,49% ke posisi 101,368.



Pergerakan rupiah hari ini turut dibayangi sejumlah perkembangan dari dalam dan luar negeri, mulai dari kondisi pasar tenaga kerja AS hingga langkah pemerintah memperkuat pasar keuangan domestik.

Dari AS, data terbaru menunjukkan jumlah lowongan kerja meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada September 2026. Berdasarkan laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dirilis Selasa (3/11/2026), lowongan kerja bertambah 333.000 menjadi 7,523 juta, dari 7,19 juta pada Agustus.

Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,10 juta sekaligus menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir. Di saat yang sama, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) turun menjadi 1,641 juta, terendah sejak Maret 2025.

Kondisi ini mengindikasikan permintaan tenaga kerja AS masih cukup kuat, sehingga berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Sementara dari dalam negeri, pemerintah tengah menyiapkan revisi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk mendorong lebih banyak dolar AS hasil ekspor dikonversi menjadi rupiah.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, perubahan aturan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pasar keuangan domestik.

“Kita ingin supaya devisa hasil ekspor tersebut bisa dikonversi lebih tinggi, kemudian menjadi penguatan untuk sektor keuangan atau pasar keuangan kita,” ujar Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (3/11/2026).

Langkah ini berpotensi menambah pasokan dolar AS di pasar domestik apabila konversi devisa meningkat, sehingga dapat membantu meredam tekanan terhadap rupiah. Meski demikian, pemerintah belum merinci perubahan aturan yang akan diterapkan.

Selain rencana revisi DHE, perkembangan arus modal asing juga menjadi perhatian. Bank Indonesia (BI) mencatat investasi portofolio asing masih membukukan net inflow sebesar US$13,23 miliar sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026.

Meski secara kumulatif masih positif, aliran modal asing sempat keluar sebesar US$0,08 miliar pada kuartal III-2026, terutama dari pasar saham. Memasuki awal kuartal IV, arus modal kembali berbalik masuk sebesar US$0,04 miliar, ditopang investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Dengan perkembangan tersebut, aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 mencatatkan net inflow sebesar US$13,23 miliar,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers KSSK, Selasa (3/11/2026).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *